2 Mei 2026
IMG-20251003-WA0107_copy_1600x900_2
Teks foto: Masyarakat Pantai Barat Minta Kapolda Segera Turun, PETI Masih Beroperasi di Bantaran Sungai Batang Natal, Madina. (Ist)

Madina (WartaDhana.Com): Masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal (Madina) meminta kepada Kapolda Sumatera Utara segera turun ke Kabupaten Madina. Karena, masyarakat merasa resah dengan adanya aktifitas alat berat jenis Excavator yang melakukan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di bantaran sungai Batang Natal yang mengakibatkan air sungai menjadi keruh dan tidak bisa lagi dimanfaatkan.

Salah seorang Warga Pantai Barat inisial M mengatakan, sebelumnya mereka telah melakukan penambangan dan sempat berhenti dua tahun lalu, karna limbah tambang langsung dibuang ke sungai. Sehingga menyebabkan pendangkalan. Akibat dari pendangkalan tersebut sungai Batang Natal sering terjadi banjir, sebut warga kepada media, Jumat (3/10/2025).

Lebih lanjut dijelaskannya, sejak tiga bulan terakhir ini mereka kembali beroperasi melakukan penambangan emas di bantaran sungai, kami sangat merasa khawatir dan terganggu. Karena air sungai yang biasanya dapat kami manfaatkan sekarang tidak bisa lagi. Karena benar-benar keruh dan tercemari limbah kelat dari tambang.


Dari hasil pantauan media dilapangan, ternyata benar terdapat satu unit Alat Berat jenis Excavator merk Kobelco yang tengah melakukan penambangan emas di tepian sungai Batang Natal tersebut.

Saat di tanyakan siapa pemilik alat berat itu, masyarakat setempat menyampaikan bahwa alat tersebut di miliki oleh inisial Z / Ucok Miak.

“Yang kami tau pemiliknya Z / Ucok Miak warga Dusun Sigala-gala Kel.Simpang Gambir Kec.Lingga Bayu Kab.Mandailing Natal (Madina) ucap salah seorang warga yang enggan disebut namanya”

Yang Lebih mengejutkan lagi masyarakat setempat juga menjelaskan bahwa tambang emas Ilegal tersebut diduga di back up oleh oknum aparat, sehingga semena-mena membuang limbah ke DAS Batang Natal.

Secara terpisah, ketika media mengkonfirmasihal tersebut kepada Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh, S.I.K, M.I.K melalui pesan Whats App +62 813-2615-XXXX belum memberikan jawaban hingga berita ini di terbitkan. (Tim)