Belawan (WartaDhana.Com): Pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kepuasan masyarakat menjadi penekanan utama dalam pembinaan internal kepada jajaran petugas.
Hal itu disampaikan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk Imigrasi Belawan saat menerima pengurus Forum Wartawan Tri Matra (FWTM) mengenai pentingnya membangun empati dalam memberikan pelayanan.
Menurutnya, setiap petugas harus mampu menempatkan diri pada posisi masyarakat yang sedang membutuhkan layanan agar dapat memahami apa yang dirasakan pemohon.
“Saya selalu menggugah teman-teman. Coba bayangkan kalau yang datang itu keluarga kita sendiri. Bagaimana perasaan kita kalau diperlakukan seperti itu? Kembalikan semuanya kepada diri kita masing-masing,” ujarnya, Senin (3 /2026) di ruang kerjanya.
Ia mengatakan, prinsip tersebut terus ditanamkan kepada seluruh pegawai agar setiap keputusan maupun tindakan yang diambil selalu mempertimbangkan sisi kemanusiaan tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat persepsi berbeda di tengah masyarakat terkait proses pelayanan, khususnya saat pengurusan paspor.
Menurutnya, tidak sedikit pemohon yang merasa diperlakukan berbeda ketika menjalani proses wawancara karena pertanyaan yang diajukan petugas tidak selalu sama antara satu pemohon dengan pemohon lainnya.
Sebagai contoh, ada pemohon yang hanya ditanya mengenai tujuan perjalanan ke luar negeri, sementara pemohon lain mendapatkan pertanyaan tambahan terkait tiket keberangkatan, tiket kepulangan, hingga lama tinggal di negara tujuan.
“Kemudian muncul anggapan, ‘Kenapa saya ditanya lebih banyak? Apakah Imigrasi mempersulit?’,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pertanyaan dalam proses wawancara bukan berarti adanya perlakuan yang tidak adil ataupun upaya mempersulit masyarakat.
Menurutnya, setiap wawancara dilakukan berdasarkan hasil analisis dan kondisi masing-masing pemohon sehingga kebutuhan verifikasi dapat berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa proses pemeriksaan merupakan bagian dari prosedur pelayanan keimigrasian yang bertujuan memastikan kelengkapan dan keabsahan data, sekaligus memberikan perlindungan kepada warga negara.
Di sisi lain, ia memastikan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan sikap ramah, profesional, dan empati agar masyarakat merasa nyaman saat mengurus dokumen keimigrasian.
Dalam kesempatan itu, Ketua FWTM Winda Susanti didampingi jajaran pengurus mengaku berterimakasih atas sambutan yang diberikan Kakanim.
“Kami mengucapkan terimakasih atas sambutan dan waktu yang telah diberikan Pak Kakanim ditengah tengah kesibukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Meskipun beberapa kali orang nomor satu di Imigrasi Belawan itu menerima staf yang keluar masuk meminta arahan dan petunjuk beliau namun memberikan waktu kepada awak media untuk berbincang bincang pelbagai hal.
“Kami mendukung dan siap berkolaborasi dengan Imigrasi Kelas II Belawan dalam hal publikasi dan kegiatan lainnya,” pungkasnya.(Red)