4 Agustus 2026
IMG-20260803-WA0065_copy_639x426
Teks foto: Drama Kolosal SANIPODA Binaan PT AR Hantarkan Tapsel Terbaik di PRSU 2026. (Ist)

Medan (WartaDhana.Com): Tepuk tangan panjang yang menggema di Panggung Keong pada malam budaya Kabupaten Tapanuli Selatan ternyata bukan sekadar luapan kekaguman sesaat.

Apa yang disaksikan ribuan pengunjung malam itu akhirnya memperoleh pengakuan tertinggi.

Drama kolosal SANIPODA (Sanggar Seni Sopo Daganak) binaan PT Agincourt Resources (PTAR) sukses mengantarkan Kabupaten Tapanuli Selatan meraih predikat Penampilan Budaya Terbaik pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026.

Penghargaan bergengsi itu diumumkan pada malam penutupan PRSU, Minggu (2/8/2026), di hadapan Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya yang mewakili Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (Perseroda) Ferry Indra, unsur Forkopimda, perwakilan negara sahabat, tokoh masyarakat, serta ribuan pengunjung yang memadati arena PRSU. Juga hadir Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu.

Bagi Tapanuli Selatan, penghargaan tersebut bukan sekadar kemenangan sebuah pertunjukan seni. Lebih dari itu, penghargaan itu menjadi pengakuan bahwa sebuah kisah tentang duka, keteguhan, dan kebangkitan mampu menyentuh hati publik sekaligus menjadi karya budaya terbaik sepanjang penyelenggaraan PRSU Emas.

Melalui drama kolosal bertajuk “Sinergi Kuat: Tapsel Bangkit”, SANIPODA membawa penonton menyusuri perjalanan emosional masyarakat Tapanuli Selatan ketika banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah pada penghujung 2025.

Suasana damai yang mendadak berubah menjadi kepanikan, kehilangan anggota keluarga, hancurnya rumah-rumah warga, hingga kesedihan yang menyelimuti masyarakat digambarkan melalui perpaduan tari, musik, teatrikal, tata artistik, dan ekspresi para penari muda berbakat asal Tapanuli Selatan yang memikat perhatian penonton.

Namun kisah itu tidak berhenti pada luka.

Memasuki babak berikutnya, panggung menghadirkan harapan. Masyarakat digambarkan bangkit melalui semangat gotong royong, ketika pemerintah, masyarakat, relawan, dan dunia usaha bergandengan tangan memulihkan kehidupan pascabencana.

Nilai kebersamaan itulah yang menjadi ruh pertunjukan sekaligus menyampaikan pesan bahwa sebesar apa pun musibah yang datang, harapan selalu dapat dibangun melalui sinergi.

Pesan kemanusiaan yang disampaikan tanpa banyak kata itu membuat ribuan pasang mata larut dalam suasana. Sesaat panggung dipenuhi keheningan.

Tak lama kemudian tepuk tangan bergemuruh memecah malam, mengiringi berakhirnya pertunjukan yang kemudian dikenang sebagai salah satu penampilan paling memikat sepanjang PRSU ke-50.

Keberhasilan tersebut juga menjadi buah dari komitmen PT Agincourt Resources dalam membina seni dan budaya lokal melalui SANIPODA sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pembinaan yang dilakukan tidak hanya melahirkan penampilan artistik yang berkualitas, tetapi juga memberi ruang bagi generasi muda untuk merawat identitas budaya sekaligus menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya seni.

Malam budaya Tapanuli Selatan juga semakin semarak dengan kehadiran Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu. Tidak hanya memberikan dukungan kepada kontingen daerahnya,

Gus Irawan turut menghibur masyarakat dengan membawakan sejumlah lagu yang disambut tepuk tangan meriah. Penampilannya yang penuh percaya diri menghadirkan suasana hangat dan akrab, sekaligus memperlihatkan kedekatan seorang kepala daerah dengan masyarakatnya.

Keberhasilan Tapanuli Selatan meraih predikat Penampilan Budaya Terbaik menjadi penutup manis dari sebuah perjalanan yang mengubah kisah duka menjadi kebanggaan.

Dari panggung PRSU, SANIPODA membuktikan bahwa seni bukan sekadar tontonan, melainkan bahasa yang mampu merekam luka, menyalakan harapan, dan menggerakkan semangat untuk bangkit bersama.

Di situlah letak makna sesungguhnya dari kemenangan ini. Trofi yang diterima bukan hanya milik para penari, bukan pula semata kebanggaan Kabupaten Tapanuli Selatan atau PT Agincourt Resources sebagai pembina.

Penghargaan itu menjadi simbol bahwa ketika budaya dirawat dengan kesungguhan dan kolaborasi, lahirlah karya yang bukan hanya memikat mata, tetapi juga menyentuh hati dan meninggalkan jejak dalam ingatan publik. (Red/ZT)