25 Juli 2026
IMG-20260725-WA0056_copy_640x310
Teks foto: Stand Padang Lawas Tampilkan Kerajinan di PRSU 2026.(Ist)

Medan (WartaDhana.Com): Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 kembali menjadi ajang unjuk gigi bagi kekayaan budaya dan produk UMKM dari berbagai daerah. Salah satu yang menarik perhatian tahun ini adalah Stand Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang konsisten menghadirkan deretan produk lokal yang unik dan otentik.

Saat jurnalis media ini berkesempatan mengunjungi stand tersebut pada Kamis (23/7/2026) dan berbincang dengan pengelola stand, Ihsan Mudiansyah Hasibuan. Ia dengan antusias memamerkan berbagai produk unggulan hasil karya masyarakat yang dibawa langsung dari Padang Lawas.

“Produk andalan kita ada Manisan Balakka, Bang. Ini buah khas dari Padang Lawas, bentuknya mirip buah plum sebelum diolah. Setelah diolah oleh UMKM, jadinya manisan,” ujar Ihsan menjelaskan.

Selain Manisan Balakka, stand Palas juga memanjakan pengunjung dengan Ulame. Ihsan menuturkan bahwa makanan ini serupa dengan dodol, namun diolah menggunakan tepung beras dengan cita rasa khas daerah setempat. Pecinta kopi juga bisa membawa pulang Kopi Robusta orisinal Padang Lawas yang dibanderol dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp 40.000 untuk kemasan 250 gram.

Tidak sekadar memamerkan kuliner, Pemkab Padang Lawas juga membawa kekayaan kerajinan tangan dan alat tradisional ke kancah provinsi. Salah satu primadonanya adalah Gupak, sejenis parang panjang karya pandai besi lokal.

“Gupak ini biasanya dipakai warga untuk menebang pohon atau menebas rumput panjang, fungsinya sebagai alat bantu pertanian. Kita juga bawa hasil bumi lain seperti kulit manis, pasak bumi, dan kerajinan anyaman dari rotan,” tambahnya.

Stand Padang Lawas ini telah melayani pengunjung sejak pembukaan PRSU pada 3 Juli dan akan terus mempromosikan produk daerahnya hingga penutupan pada 2 Agustus 2026 mendatang.

Di tengah semangat mempromosikan produk lokal, Ihsan sedikit memberikan catatan terkait penyelenggaraan tahun ini. Ia berharap ada penyesuaian harga tiket masuk utama PRSU di masa mendatang, mengingat harganya saat ini kerap dikeluhkan pengunjung dan sedikit berimbas pada sepinya pembeli di paviliun daerah.

“Harapannya ke depan harga tiket masuk bisa diturunkan. Biar masyarakat yang datang lebih ramai seperti tahun lalu, dan uang mereka bersisa untuk memborong produk-produk UMKM di dalam paviliun,” pungkasnya optimis. (Red)