16 April 2026
IMG_20250901_164106_copy_176x196
Teks foto: Bupati Kabupaten Madina H. Saipullah Nasution. (Ist)

Madina (WartaDhana.Com): Bupati Madina H. Saipullah mengatakan, selama saya tugaskan sebagai Plt Kadis Pertanian Taufik Ritonga tidak ada masalah. 

“Kinerjanya juga bagus dan beliau (Taufik Ritonga) melaksanakan tugasnya dengan baik. Lagian pulak beliau kan masih PLT,” ujar Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution kepada WartaDhana.Com melalui telefon selular, Senin ( 1/9/2025). 

Hal tersebut dikatakan Bupati ketika dikonfirmasi soal adanya pernyataan dari Aktivis Kabupaten Madina HS yang meminta  kepada Bapak Bupati Saipullah Nasution segera ganti Plt Kadis Pertanian Kabupaten Madina Taufik Ritonga. Karena diduga semasa beliau menjabat sebagai Kadis Pertanian beberapa tahun yang lalu diduga bermasalah soal cetak sawah.

Sebelumnya HS juga menjelaskan jejak digital tidak bisa dihilangkan. Kita paham sekali siapa sosok Plt Kadis Pertanian Sumut,” sebut aktivis Pantai Barat, Kabupaten Madina, Sumatera Utara HS kepada media, Senin (1/9/2025) di Pantai Barat.

Lebih lanjut dikatakan HS, siapa sih yang tidak kenal dengan sosok Plt  Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Ritonga.  “Harusnya Bupati memilih Kadis Pertanian orang yang benar-benar bersih, jelas HS.

Dikatakannya,  dari data yang diperoleh sejak tahun 2010 terdapat sekira  500 hektare cetak sawah di Desa Bonda Kase dan Desa Taluk Bale yang masing- masing 250 hektare dengan anggaran per hektarnya Rp.7.500.000. dan untuk tahun 2011 terdapat 600 hektare, di Desa Banjar Aur Utara Kecamatan Sinunukan 300 hektare dan Desa Tunas Karya Kecamatan Natal terdapat 300 hektar masing-masing per hektarnya Rp. 7.500.000.

Sedangkan pada  tahun 2012 terdapat 900 hektar sawah, di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu seluas 450 hektar dan Desa Hutapuli, Hutaraja, dan Huraba Kecamatan Siabu 450 hektar masing-masing per hektar Rp. 10.000.000.

Program cetak sawah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak tahun 2010 – 2012 dianggap gagal, karena swasembada pangan di Kabupaten ini sampai sekarang belum tercapai. 

Dalam hal ini, sebut  HS,  program cetak sawah belum maksimal atau  gagal total. Dapat diketahui, pada saat itu tidak ada lagi cetak sawah di Kelurahan Tapus.

Ditambahkannya, saya mendukung seluruh program bapak Bupati yang jelas-jelas berpihak kepada masyarakat Pantai Barat khususnya untuk kepentingan masyarakat Madina, tambah HS. (Red)