16 Juli 2024
Teks foto: Dekransda Sumut agar mereka bisa berinovasi, berkreasi memadukan keunikan-keunikan wastra asli Sumut," ucap Nawal Lubis di Aula Gedung Dekransda Sumut, Jalan Iskandar Muda, Nomor 272 Medan, Senin (22/5). (Kominfo Sumut)

Tingkatkan Mutu Produk Fashion Daerah,

Medan (WartaDhana.Com): Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi profesional para desainer daerah, Dewan Kerajinan Daerah (Dekransda) Sumatera Utara (Sumut) memberikan pembekalan dan pelatihan desain fashion kepada 20 peserta dari 15 Kabupaten/Kota se Sumut.

Ketua Dekranasda Sumut Nawal Lubis saat membuka secara resmi kegiatan tersebut mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini, ada peningkatan mutu produk fashion dari Sumut. Karena kekuatan sektor kerajinan tangan (kriya) mampu mendukung bangkitnya sektor ekonomi saat ini dan masa depan.

Teks foto: Dekransda Sumut agar mereka bisa berinovasi, berkreasi memadukan keunikan-keunikan wastra asli Sumut,” ucap Nawal Lubis di Aula Gedung Dekransda Sumut, Jalan Iskandar Muda, Nomor 272 Medan, Senin (22/5). (Kominfo)

“Industri mode merupakan industri yang dapat berubah-ubah, desainer baru harus belajar mengikuti perkembangan dunia mode, jadi kita berikan pembekalan bagi para desainer binaan Dekransda Sumut agar mereka bisa berinovasi, berkreasi memadukan keunikan-keunikan wastra asli Sumut,” ucap Nawal Lubis di Aula Gedung Dekransda Sumut, Jalan Iskandar Muda, Nomor 272 Medan, Senin (22/5).

Nawal berharap, dengan adanya pelatihan ini mampu menaikkan nilai jual wastra Sumut, dengan desain mengikuti selera pasar. Namun, tetap menjaga wastra sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Jadi kita harapkan pengrajin tidak saja  bisa menghasilkan produk sistem made to order, tapi sistem ready to ware, siap dipakai karena selama ini kita melihat wastra kita lebih dipakai untuk acara adat dan seremonial,” sebut Nawal.

Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sumut Yuni Pohan selaku instruktur pelatihan mengatakan, materi pelatihan yang diberikan kepada peserta antara lain, bagaimana menyiapkan busana ready to ware dengan konsep vintage, gaya fashion yang unik sekaligus berkualitas.

“Kita usung konsep vintage agar mereka memiliki tema dalam membuat desain busana, kita kaloborasi wastra daerah masing-masing peserta, mulai dari songket, batik maupun ulos,” jelas Yuni.

Yuni berharap, pelatihan ini memperkuat pemahaman tentang desain agar produk-produk mereka mendapat pasar dan menjadi pilihan industri fashion, baik tingkat nasional maupun internasional. “Kita perkuat mereka dengan inovasi, karena mereka sudah punya dasar, bahkan sudah punya usaha, jadi lebih mempertajam pemahaman apa yang menjadi trend dan pilihan industri fashion,” harap Yuni, yang juga Founder Yapmode Fashion School.

Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Mulyadi Simatupang, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut Suherman, Kepala Dinas PPPA dan KB Sumut Manna Wasalwa Lubis dan Sekretaris Dekransda Sumut Hasnah Leli. (Winda)