6 Juli 2026
IMG-20260706-WA0009_copy_398x397
Teks foto: Program PHTC Gubsu Bobby Bukan Sekedar Konsep. (Ist)

Medan (WartaDhana.Com): Stand Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.

Tidak hanya menampilkan informasi pembangunan, booth tersebut memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa enam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bukan sekadar gagasan, melainkan telah disusun dalam perencanaan yang sistematis dan kini memasuki tahap implementasi.

Sejak hari-hari pertama penyelenggaraan PRSU, stand Bapperida dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.

Pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga keluarga tampak silih berganti berdialog dengan petugas untuk memperoleh penjelasan mengenai arah pembangunan Sumatera Utara, khususnya enam PHTC yang selama ini banyak diperbincangkan di ruang publik.

Rasa ingin tahu itu muncul karena banyak pengunjung ingin memastikan apakah program-program seperti berobat gratis, bersekolah gratis, dan pembangunan infrastruktur strategis masih sebatas konsep atau benar-benar telah berjalan.

Di stand tersebut, seluruh pertanyaan dijawab melalui paparan yang disusun secara sederhana, komunikatif, dan berbasis dokumen perencanaan..

Pengunjung diperlihatkan bagaimana visi dan misi Gubernur Bobby Nasution diterjemahkan menjadi pilar pembangunan, program prioritas, hingga proyek strategis daerah yang saat ini sedang berlangsung sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Kasubbag Umum Bapperida Provinsi Sumatera Utara Eka Hermawan, yang turun langsung melayani pengunjung, Minggu (5/7/2026), mengatakan antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, cukup tinggi.

“Yang paling banyak ditanyakan pengunjung adalah program berobat gratis, bersekolah gratis, dan pembangunan infrastruktur. Mereka ingin mengetahui sejauh mana program-program itu berjalan dan bagaimana mekanisme pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurut Eka, keberadaan stand Bapperida tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga sarana edukasi pembangunan. Melalui berbagai infografik, visualisasi, dan penjelasan petugas, masyarakat dapat memahami bahwa pembangunan daerah berjalan melalui tahapan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

“Pengunjung akhirnya memahami bahwa program-program yang disampaikan Gubernur bukan berdiri sendiri, tetapi sudah menjadi bagian dari cetak biru pembangunan daerah yang memiliki target, indikator, serta tahapan pelaksanaan,” katanya.

Antusiasme masyarakat bahkan sudah terlihat sejak malam pertama pembukaan PRSU. Saat itu, Kepala Bapperida Provinsi Sumatera Utara Dr. Dikky Anugerah Panjaitan, S.Sos., M.SP. turun langsung ke stand untuk menyambut dan melayani masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai arah pembangunan Sumatera Utara.

Kehadiran Dikky mendapat apresiasi pengunjung karena memberikan kesempatan berdialog secara langsung mengenai berbagai program prioritas pemerintah daerah. Diskusi tidak hanya membahas konsep pembangunan, tetapi juga progres pelaksanaan sejumlah program yang mulai dirasakan masyarakat.

Desain booth yang modern dan informatif turut menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai materi ditampilkan secara visual sehingga mudah dipahami oleh pelajar maupun masyarakat umum. Bagi banyak pengunjung, stand Bapperida tidak sekadar menjadi ruang pamer, melainkan ruang belajar mengenai bagaimana sebuah gagasan pembangunan dirancang, diterjemahkan ke dalam kebijakan, hingga diwujudkan melalui program nyata.

Di tengah berbagai hiburan yang mewarnai PRSU, stand Bapperida menghadirkan perspektif berbeda. Ia mengajak masyarakat melihat pembangunan bukan hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses perencanaannya. Melalui pendekatan itu, pengunjung memperoleh gambaran bahwa enam Program Hasil Terbaik Cepat yang menjadi prioritas Gubernur Bobby Nasution merupakan bagian dari peta jalan pembangunan yang telah memiliki arah, tahapan, dan ukuran keberhasilan yang jelas.

Dengan demikian, booth Bapperida bukan sekadar etalase informasi pemerintah, melainkan juga menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dengan proses perencanaan pembangunan Sumatera Utara secara lebih terbuka, transparan, dan mudah dipahami. (Red/UA)