4 Juni 2026
IMG-20260603-WA0088_copy_260x411

Tanah Karo (WartaDhana.Com): Menyusul viralnya pemberitaan dan unggahan medsos terkait dugaan pungutan di Pemandian Air Panas di Tanah Karo, Lia Hambali, Wapimpred Media Agaranews.com angkat bicara. Ia meminta publik tidak mengaitkan foto maupun keberadaannya dengan peristiwa yang sedang ramai dibicarakan.

Lia menegaskan dirinya memang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Namun, kehadirannya murni dalam kapasitas tugas jurnalistik untuk peliputan.


“Saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar, tidak melibatkan foto-foto saya dalam dugaan pungutan tersebut. Kebetulan saya berada di lokasi sebagai jurnalis dan menjalankan tugas peliputan. Kehadiran saya tidak ada kaitannya dengan persoalan yang sedang viral,” ujar Lia Hambali, Rabu (3/6/2026) di Tanah Karo.

Lia menyoroti beberapa foto dirinya yang beredar di media sosial dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru. Termasuk foto saat ia memegang telepon genggam.
“Saya menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya. Setiap informasi harus diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan fitnah dan merugikan pihak lain,” tambahnya.

Menurutnya, foto yang menampilkan dirinya saat memegang HP merupakan dokumentasi biasa saat berada di lokasi, bukan bagian dari aktivitas yang berkaitan dengan dugaan pungutan maupun persoalan pengunjung.

Lia meminta publik lebih bijak menyikapi informasi viral dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa fakta jelas. Ia juga mengingatkan pentingnya “asas praduga tak bersalah ” serta menghormati proses klarifikasi dan pencarian fakta.

“Mari bersama-sama bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai foto seseorang digunakan untuk menggiring opini yang belum tentu sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Kebenaran harus didasarkan pada data dan fakta, bukan asumsi maupun prasangka,” tutup Lia Hambali. (Red/rel)