16 Juli 2024


Medan ( Wartadhana):  Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral  (ESDM) Sumut H.Zubaidi  mengatakan,  di Provinsi Sumut (Sumatera Utara) hampir 300 pertambangan yang memiliki izin. Dan, yang paling banyak pertambangan adalah di Wilayah Cabang Dinas I yaitu, di Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai ( Sergei).


“Untuk Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Provinsi Sumatera Utara terdapat dua (2) perusahaan pertambangan emas. Yaitu PT MM dan PT SMM kontrak karya ( kontrak kerja antara negara dengan perusahaan yang di keluarkan dari pemerintah pusat  ). Tapi, kedua perusahaan tambang tersebut masih belum produksi emas,” ujar Kadis Pertambangan Sumut H. Zubaidi kepada Wartadhana,  Senin ( 26/11).


Lebih lanjut dijelaskan Zubaidi,  tambang emas yang memiliki izin tidak ada lagi yang menggunakan mercuri. 
Ketika Wartawan menanyakan apakah seluruh tambang yang tidak ada izinnya mengandung mercuri?  ” Iya, kalau potensi emas nya ada di batuan induk, maka sudah pasti pengolahannya yang dilakukan masyarakat menggunakan mercuri. Tapi kalau emasnya berupa emas placer, pengambilannya bisa menggunakan dulang atau dengan meja getar,” jelas Kadis.


Dapat kita ketahui, kalau di Kabupaten Madina banyak pertambangan rakyat yang tidak memiliki izin. 


Secara terpisah, salah seorang penambang rakyat di Kabupaten Madina inisial LL sangat berharap sekali kepada pemerintah bisa memfasilitasi masyarakat dalam hal administrasi dan pembinaan bagaimana agar kita (penambang rakyat) bisa mendapatkan izin.


Dalam hal ini, LL juga menjelaskan,  tambang ini memang menggunakan mercuri. Tapi kalau secara umum  salah satu daerah  di Jawa Barat sudah puluhan tahun masyarakatnya melakukan penambangan, akan tetapi tidak ada dampa dari mercuri.


” Tapi Kalau alasannya di Kabupaten Madina ini  banyak bayi yang dilahirkan  diluar batas kewajaran, sebaiknya janganlah masyarakat penambang yang dijadikan kambing hitam. tentunya pemerintah harus melakukan kajian-kajian terlebih dahulu,” ujar LL melalui telefon selular. 

 Ditambahkannya lagi,  kami penambangan rakyat membutuhkan binaan dari pemerintah. Karena selama ini masyarakat di Madina ini selain petani, untuk menghidupi keluarga dri hasil menambang. “Bimbinglah kami, kami insu sentuhan pemerintah untuk membina kami. Kami perlu pembinaan, bukan saling tuding,” harap LL. (Winda)