Medan (WartaDPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Cipta dan Baca Puisi Antinarkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut dalam rangka menyambut Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2026. Kegiatan tersebut dinilai menjadi media edukasi yang efektif untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba melalui karya sastra.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut Mulyono pada kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Politeknik Pariwisata Medan, Jalan Rumah Sakit Haji Nomor 12, Medan, Kamis (16/7/2026).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kami menyambut baik pelaksanaan lomba cipta dan baca puisi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Mulyono.

Menurutnya, puisi merupakan media yang mampu mengungkapkan perasaan sekaligus menyentuh hati masyarakat. Melalui karya yang dibawakan para finalis, pesan mengenai bahaya narkoba dapat tersampaikan secara kuat dan menggugah kesadaran publik.
“Kita melihat delapan finalis yang tampil mampu menggugah perasaan kita semua. Harapan dan keinginan kita sama, yakni mewujudkan Sumatera Utara yang bebas dari narkoba,” katanya.
Mulyono menjelaskan, upaya penanggulangan narkoba di Sumut dilakukan melalui Tim Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Program tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni pencegahan melalui sosialisasi agar masyarakat tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, pemberantasan jaringan dan bandar narkoba bersama BNN dan Kepolisian, serta rehabilitasi bagi para penyalahguna narkoba.
Ia menambahkan, Kesbangpol sebagai bagian dari tim terpadu akan terus mendukung berbagai langkah strategis untuk mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol. Tatar Nugroho mengatakan, peringatan HANI bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.
“Narkoba masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan bangsa tanpa memandang usia, status sosial, maupun latar belakang. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga harus diwujudkan melalui pendekatan seni, budaya, dan literasi,” ujarnya.
Menurut Tatar, sastra, khususnya puisi, memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Puisi bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi media yang mampu menyampaikan pesan moral dan menginspirasi masyarakat untuk mengatakan tidak terhadap narkoba, sekaligus menumbuhkan semangat menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancamannya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi tema yang diangkat para peserta karena menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan sosial yang dihadapi bangsa. Ia pun mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, komunitas seni, media, hingga para pemangku kepentingan, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Lomba Cipta dan Baca Puisi Anti Narkoba tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HANI 2026 yang diselenggarakan BNN Provinsi Sumatera Utara untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menyuarakan semangat hidup sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui karya sastra.
Pada lomba tersebut, Juara I diraih Nanda Tri Wardana Pasaribu, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), dengan puisi berjudul ‘Mengukur Rumah dengan Sendok Perak’. Juara II diraih Rahman Attiyah Pohan, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), melalui puisi ‘Rumah dalam Petaka’. Sementara Juara III diraih Khairul Anam, dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dengan puisi berjudul ‘Pesan Bapak untuk Anaknya. (Red)