29 Februari 2024


Madina ( WartaDhana.Com  ) Pasca ditahannya Kadis Pendidikan Kab Madina karena kasus dugaan suap PPPK (P3K).  Sampai hari ini Bupati Kab Madina, Sumatera Utara HM Jakfar Sukhairi Nasution tidak pernah masuk kantor bahkan tidak ada di Kab Madina. 


” Untuk itu, dalam waktu dekat kita akan melaporkan persoalan tersebut ke Pemprov Sumut (Gubernur),” ujar tokoh masyarakat Latif Lubis Kab Madina kepada pers, Minggu (28/1) di Panyabungan Kab Madina.


Lebih lanjut Latif menjelaskan, seharusnya Bupati tidak perlu sembunyi dari persoalan ini. Karena, Suheri adalah Kepala Daerah yang harus tau bagaimana kondisi rakyatnya. “Yang kami kuatirkan  adalah roda pemerintah di Kabupaten Madina tidak berjalan dengan baik. Mengingat sebentar lagi kita menghadapi Pilpres. Harusnya Suheri selaku Kepada tetap berada ditempat,” tegas Latif yang juga merupakan mantan Wartawan.


Ditambahkan Latif, kalau Bupati masih menetap di Medan akan lebih banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh stafnya. Karena, untuk meminta tandatangan Bupati staf harus ke Medan.


Oleh karena itu, kami meminta kepada Bapak Gubernur untuk segera turun tangan dengan persoalan di Kabupaten Madina. Agar roda pemerintahan di Kab Madina dapat berjalan dengan baik, kata Latif. 


Menanggapi persoalan tersebut, secara terpisah Kabiro OTDA Pemprov Sumut melalui Ahmad Rasyid Ritonga mengatakan, Pemprov Sumut tidak bisa bertindak sebelum ada surat laporan dari masyarakat Madina dengan perihal tersebut, kata Rasyid.

Ketika WartaDhana.Com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Bupati Kab Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution melalui telefon seluler. +62 852-6108-XXXX tidak aktif. Demikian halnya juga melalui pesan seluler sampai berita ini diturunkan hpnya masih contreng satu. (Winda)