19 Juli 2024
Teks foto: Latif Lubis

Medan (WartaDhana.Com): Kasus dugaan kecurangan dalam penerimaan seleksi penerimaan PPPK (Pegawai Pemerintah Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga merupakan kabupaten terburuk dalam hal penerimaan P3K di lingkungan Pemkab Madina.

Demikian hal tersebut dikatakan tokoh masyarakat Kab Madina Abdul Latif Lubis (50) kepada WartaDhana. Com, Sabtu (30/12) di Medan. Lebih lanjut Latif mengatakan, sekedar tuntutan pembatalan SKTT (Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan) namun kasus ‘beraroma’  KKN ini sudah bermuara di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Dalam hal ini, kata Latif, dugaan kecurangan dalam seleksi penerimaan P3K Madina di Kantor KPK Jakarta pada Kamis (28/12/2023) kemarin.

“Saya di BAP oleh KPK hampir satu setengah jam. Dihadapan penyidik Latif juga menjelaskan adanya 16 orang yang terlibat dan diduga menikmati aliran uang P3K tersebut,” sebut Latif dihadapan penyidik.

Dikatakannya, saya juga menyerahkan 167 lembar surat pernyataan bermaterai dari peserta seleksi ujian P3K yang menyatakan mereka tidak tahu panitia menyelenggaran ujian SKTT (Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan).

“Jadi, KPK sudah sangat paham dengan dugaan KKN pada kegiatan seleksi masuk PPPK.  Saya diperlihatkan petugas suatu skema. Benar, dugaan saya begitulah yang terjadi di Madina,” katanya. 

Pada kesempatan tersebut, Latif juga menyempatkan berkunjung ke BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan Kemendibudristek. “Soal pembatalan nilai SKTT, menurut pernyataan pejabat Kemendikbudristek, hanya bisa dilakukan Bupati Madina.”

Latif menyebutkan pelaksanaan ujian SKTT di Madina sesuai usulan Bupati. Lalu, jika hendak direvisi atau dibatalkan pun, hanya bisa melalui surat Bupati.

“Sampai saat ini regulasinya penerimaan PPPK masih melalui seleksi. Kecuali kelak ada perubahan. Lagian, enggak mungkinlah tanpa tes. Itu sih menurut saya, kecuali aturan berubah,” kata pegawai BKN seperti ditirukan Latif. 

Sementara itu, ketika WartaDhana. Com mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kadis Pendidikan Kab Madina Dollar Haryanto melalui telefon seluler +62 821-6002-XXXX   vtidak ada jawaban. Di telfon juga tidak diangkat (Winda)