19 Juli 2024
Teks foto: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Asren Nasution mengatakan Tim Kerja Panitia Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2023, harus bersemangat melaksanakan Hari Ulos Nasional yang dilaksanakan selama 4 hari di kawasan Danau Toba, dengan puncak acara di Open Stage Parapat. (Ist)

Medan (WartaDhana.Com): Dinas Pendidikan Sumatera Utara akan mensosialisasikan Hari Ulos Nasional pada 17 Oktober, yang sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai warisan budaya tak benda. Sosialisasi akan dilakukan ke seluruh jajaran pendidikan se Sumatera Utara.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Asren Nasution mengatakan Tim Kerja Panitia Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2023, harus bersemangat melaksanakan Hari Ulos Nasional yang dilaksanakan selama 4 hari di kawasan Danau Toba, dengan puncak acara di Open Stage Parapat.

“Pasti kita dukung kegiatan Hari Ulos Nasional ini, kita akan sosialisasikan ke guru guru dan pegawai dinas pendidikan se Sumut, agar setiap 17 Oktober memakai ulos semuanya, apapun itu bentuknya, silahkan. Mau pakai, syal, tas dan lain lain, terserah,” ungkap Asren Nasution kepada Tim Kerja Panitia Hari Ulos Nasional di kantornya, Selasa 10 Oktober 2023.

Asren juga mengatakan, Hari Ulos Nasional 17 Oktober akan dimasukan ke dalan program kerja Dinas Pendidikan Sumatera Utara pada setiap tahunnya.

Tim Kerja Panitia Hari Ulos Nasional, Mikhael Siregar, Arief Tampubolon, dan Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho, pun senang dengan pernyataan Kadis Pendidikan Sumut Asren Nasution.

“Ulos ini budaya yang harus dilestarikan oleh pemerintah. Ini budaya kita orang Sumatera Utara, khususnya masyarakat batak. Kalau bisa, semua orang batak di mana pun berada harus merayakan hari ulos ini, agar tidak hilang kebudayaan kita ini,” jelasnya.

“Kalian (panitia) sudah membantu pemerintah menjaga budaya, ini sebenarnya pekerjaan kami (pemerintah). Saya sangat mendukung tim panitia. Insha Allah, kalau tak ada halangan, saya datang di Parapat, mohon buat bagus acarnya. Saya akan laporkan ini ke pak Pj Gubsu,” sambung Asren Nasution.

Kata Asren, Dinas Pendidkan akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara untuk mensosialisasikan Hari Ulos Nasional 17 Oktober, yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

“Saya akan minta sertifikat Hari Ulos itu ke Dinas Pariwisata, segera buat surat ke dinas dari Yayasan Pusuk Buhit untuk menjadi dasar kami mensosialisasikan ini ke seluruh jajaran dinas pemerintah se Sumut, khususnya dinas pendidikan, agar sampai gaung hari ulos ini ke pemerintah pusat,” kata Asren.

Kepada Asren Nasution, Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho menjelaskan, Hari Ulos Nasional yang dilaksanaka selam 4 hari dengan parade ulos 1.000 meter akan melintasi 8 kabupaten di Kawasan Danau Toba.

Mulai 15 Oktober di Jembatan Tano Ponggol, Pangururan, Samosir, lanjut ke Humbang Hasudutan, Taput, Toba, Siantar Simalungun, Pakpak Bharat, Dairi, dan Tanah Karo.

“Setiap titik lokasi berhenti akan ada orasi ulos. Malam pertama kami menginap di Kampus UNITA, paginya 16 Oktober lanjut jalan ke Balige, Siborongborong, Polres Toba, dan malamnya sampai Parapat. Kemudian 17 Oktober puncak acara di Open Stage Parapat. Rabu 18 Oktober lanjut lagi jalan ke Kampus HKBP Nomensen dan Rindam. Setelah itu ke Merek dan Salak, dan kembali ke Tano Ponggol,” bebernya.

“Di lokasi open stege, Parapat, juga ada puluhan UMKM dari Dinas Koperasi dan UKM Sumut. Terima kasih dengan dukungan pak kadis,” tutup Efendy Naibaho ke Asren Nasution. (Winda)