26 Februari 2024

Medan (WartaDhana.com): Diharapkan kepada pasangan H. Ja’far Sukhairi – Atika bisa meneruskan program-program Dahlan Hasan Nasution.

Dahlan Hasan Nasution memiliki jaringan bagus  ke pusat. Karena saat bertemu Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta yang dihadiri bang Todung Mulya Lubis dan pihak-pihak lainnya.

“Beliau dengan tegas akan menghentikan usaha-usaha dan akan melanjutkan program strategis Madina yang sebagian sedang jalan, sebagian lagi dalam perencanaan. Dan, jika Dahlan tidak maju lagi diperiode keduanya,” ujar Irwan Daulay yang juga merupakan Pemerhati Ekonomi Daerah kepada WartaDhana.com, kamis (30/6) di Medan.

Lebih lanjut dikatakan Irwan, sepulang dari Jakarta, saya meminta Wabup (pada waktu itu) M. Ja’far Sukhairi (MJS) untuk terus bertahan bersedia kembali menjadi wakil beliau sebagaimana telah disepakati sebelumnya pasca hiruk – pikuk viralnya surat pengunduran Dahlan Hasan Nasution (DHN) sebagai Bupati Madina.

Hal tersebut karena tekanan suatu kekuatan invisible hand akibat gagal mencapai target Pilpres yang lalu agar tidak terjadi pertarungan hebat yang sia -sia dan MJS bisa jadi Bupati berikutnya tanpa mengeluarkan energi super dahsyat sebagaimana yang telah terjadi barusan.

Dalam hal ini pastinya proyek strategis, merupakan persoalan ekonomi, pendidikan, pengangguran, kemiskinan dan kesejahteraan yang sangat parah di Madina. Antara lain, memacu STAIN menjadi kampus andalah di Tabagsel perluasan di  Tor Siojo Kota Nopan.

Diantaranya adalah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pantai Barat Kab Madina. Diantaranya juga peningkatan infrastruktur,  jalan dan jembatan untuk konektivitas,  pengembangan kopi Arabika Mandailing dan serai wangi dengan kerja sama Sister City dengan Kota Perancis, perhutanan sosial, food Estate, pembangunan bandara Internasional Bukit Malintang, pembangunan Rumah Sakit rujukan, pembangunan pasar modal, The Future City, kota berkelanjutan bervisi 20 Tahun, pengembangan kawasan wisata yang sebagian situsnya dikerjakan langsung oleh DHN seperti, Bukit Muhasabah, Taman Raja Batu, Sampuraga dan lainnya.


Mungkin bagi sebagian orang hal-hal yang dirintis oleh DHN dan didukung penuh oleh putra daerah yang memiliki jabatan strategis itu dipandang sinis dan Skeptis.

“Namun bagi saya yang pernah duduk di sekolah pasca sarjana Program Studi Ekonomi Pembangunan Akademisi di suatu PTN, staf ahli Bupati Madina di masa pak Amru Daulay dan telah melakukan perjalanan di seperempat luas bumi adalah suatu yang spektakuler.  Apalagi untuk tujuan industrialisasi dan peningkatan taraf hidup serta daya saing Madina di Tingkat Regional dan Nasional,” ujar Irwan. 


“Ternyata, harapan tinggal kenangan. Karena DHN dan MJS tidak mampu mempertahankan komitmen dengan alasan yang bagi saya bulan suatu hal bijak dan hanya mengedepankan ego semata. Sehingga mereka memilih bertarung habis-habisan dengan dana, tenaga, waktu yang tidak sedikit dan bahkan menciptakan perpecahan yang sangat parah diantara mereka dan para pendukung sampai ke sebagian masyarakat,” jelas Irwan Daulay yang juga merupakan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Sumut.

Dengan kejadian ini suatu kerugian besar bagi Madina, lebih satu tahun KONSTELASI POLITIK mendominasi isu-isu sentral Madina sebagai ciri demokrasi kebablasan yang kita anut, ide- ide besar terhenti, rakyat semakin sulit bernafas, korban berjatuhan, uang negara, uang toke, uang sponsor bertebaran mewarnai perhelatan akbar menyesakkan tersebut. 


Tontonan memalukan di MK dianggap sebagai drama KLOSAL yang mengasikan apalagi bagi pekerja politik, Cheerleadernya, bakan para Profesional, bagi saya inilah wujut banalitas politik itu.

Sesaat setelah putusan MK yang kedua di tengah kegetiran pilkada yang boros dan penuh curang tersebut ( suap/politik uang) saya masih berharap mereka bisa duduk di meja perundingan setidaknya DHN menitipkan program strategis di atas dapat di lanjutkan oleh Bupati terpilih MJS, sayang sekali Lagi-lagi gagal dan saya dengar banyak melakukan hal yang sama dan semoga berhasil, akhir Irwan. (Winda/azly)