29 Februari 2024

 

Medan (Wartadhana): Survei Bank Indonesia [BI] menunjukan peningkatan penjualan rumah pasar primer pada kuartal akhir 2019. Rumah tipe kecil mencatat lonjakan paling tinggi dari pertumbuhan minus 16 persen di tahun 2018 menjadi tumbuh 23,01 persen di 2019.

Hal Ini tentunya ini sangat mungkin bagian dari efek positif beberapa stimulasi pemerintah. Chairman Samera Propertindo, Adi Ming E menyebutkan kemudahan pembayaran Down Payment [DP] hingga tingkat pembayaran KPR menjadi faktor vital untuk menggerakkan kembali minat masyarakat.

Kebijakan BI melonggarkan Giro Wajib Minimum [GWM] membuat bank leluasa menyalurkan kredit KPR. Rasio kredit pada agunan [Loan to Value] pun juga telah ikut dinaikkan sehingga DP rumah menjadi semakin ringan. “Ini memberi rangsangan yang cukup berarti, terutama untuk rumah tipe kecil dan menengah. Mengingat Survei BI menegaskan 70 persen masyarakat lebih menyukai KPR untuk membeli rumah,” jelas Ado Ming E saat pertemuan dengan insan pers, Kamis (5/3) di Atrium Sun Plaza Medan.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan turunnya tarif pajak penghasilan [PPh] atas penjualan rumah mewah dari 5 persen menjadi 1 persen pun diyakini akan memberi pengaruh pada pasar perumahan premium.

Oleh karena itu, Adi Ming E pun menyadari psikologis sosial masyarakat yang masih dihantui kekhawatiran karena pemberitaan seputar krisis, resesi, atau bad news lainnya beberapa tahun belakangan.

Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah, bank, dan pengembang untuk terus menjaga suasana optimisme di masyarakat. Mereka yang membeli rumah dua, tiga, atau empat tahun lalu juga dihinggapi ketakutan serupa.

“Namun lihat apa yang terjadi saat ini, ekonomi tetap berjalan baik. Harga rumah pun ikut bergerak naik, berikut keuntungan yang tidak kecil tentunya. Terlebih untuk Kota Medan terkhususnya dan Sumatera Utara pada umumnya,” terangnya.

Bank Indonesia mencatat, di tahun 2019 kenaikan rata-rata harga rumah tertinggi terjadi di Kota Medan, sedangkan pertumbuhan harga rumah terendah ada di Jabodetabek. Ini jelas-jelas jadi kabar baik bagi masyarakat Kota Medan yang kemarin optimis dan memilih membeli properti.

Bentuk tekad Adi Ming E untuk mengembalikan optimisme masyarakat diwujudkan lewat pameran properti besar-besaran bertajuk SAMERA EXPO 2020, yang berlangsung tanggal 3 Maret hingga-15 Maret 2020 di Atrium Sun Plaza Medan.

Lebih nyata lagi, Samera Propertindo mengampanyekan tagline: Beli Rumah Riet Bukan Budaya Kita. Setelah Bank BTN sukses menyelenggarakan event akbar Indonesia Property Expo ke-20 di Jakarta yang dihadiri Bapak Wapres Ma’ruf Amin akhir bulan lalu, event ini diharapkan akan menyambung dan menularkan optimisme serupa untuk sektor properti di Kota Medan.

Lewat pameran ini, Samera Propertindo menyampaikan pesan pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin memberi kemudahan, pengembang juga senantiasa berinovasi. Memberikan perumahan terbaik dan sesuai dengan masyarakat, dan bank telah ikut andil mewujudkan rumah impian Anda menjadi milik Anda, katanya.

Ditambahkannya, beberapa kemudahan membeli rumah dari Samera Propertindo yang sangat menggiurkan di antaranya progam KPR tanpa bunga dan tanpa DP, gratis semua biaya-biaya, dan pengajuan KPR yang pasti disetuji.

Dalam hal ini, agar  kekhawatiran masyarakat benar-benar terobati, hanya di event ini: Samera Propertindo memberikan Buyback Guarantee yang berarti jaminan beli kembali rumah oleh Samera Propertindo.

“Dalam gelaran kali ini, Samera Propertindo menargetkan terjual 100 unit selama dua minggu atau sepanjang pameran berlangsung,” kata Adi Ming E.

Beberapa koleksi eksklusif milik Samera Propertindo akan dipasarkan dengan seabrek kemudahan di atas. Mulai dari De Casa Villa, Padma Village, The Santa Fe, Samera Suites, De’ Samera, Villa Samera, Pergudangan Amplas Centre, City Suites, De’Cluster, De Residence, dan yang teranyar dan paling viral baru-baru ini: Sam City. (Winda)