19 Juli 2024

Madina (Wartadhana): Menanggapi pengaduan Eveline Sago terhadapa Shafron ke Siber Ditreskrimsus Poldasu, 25 Oktober 2019 dalam Tindak Pidana UU No. 19 Tahun 2016 Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Ketua DPC PDIP Kab. Madina Teguh W Hasahatan Nst mengatakan, pengaduan Eveline Sago itu sangat erat kaitan dengan pengaduan yang di buat oleh Shafron dan ke Polres Madina, 26 Agustus 2019 lalu tentang telah terjadinya Pengerusakan Manggrove di Desa Sikara-kara dan Buburan Kec. Natal yang patut di duga di lakukan oleh PT. Tri Bahtera Srikandi salah satu perusahaan perkebunan yang berada di wilayah tersebut.

Teguh W Hasahatan Nst yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kab. Madina dari Dapil IV Madina yang meliputi Kec. Natal, Batahan, Sinunukan dan Muara Batang Gadis.

“Saya tahu di daerah Sikara-Kara dan Buburan itu sepanjang pinggiran pantai banyak di tumbuhi Manggrove, dan untuk membuktikan nanti, kita akan mendorong kawan-kawan dari Komisi I, Komisi II serta para instansi terkait untuk turun sama-sama kelapangan untuk membuktikan hal tersebut,” ujar Teguh W Hasahatan Nst yang juga anggota Komisi II yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kelautan kepada Wartadhana.com mengirim rilis, Kamis (21/11).

Sebagai Ketua Partai, saya berkewajiban memberikan pembelaan terhadap kader dan pengurus PDI Perjuangan Kab. Madina yang menghadapi persoalan hukum.

” Jadi, 18 November 2019 kami dari DPC PDIP Kab. Madina sudah mengirimkan surat kepada DPD PDIP Sumut di Medan supaya memberikan advokasi dan pendampingan hukum Shafron sekalu Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDIP Kab. Madina melalui Badan Bantuan Hukum (BBH) DPD PDIP Sumatera Utara,” jelas Teguh yang sudah dua periode menjadi Anggota DPRD Kab Madina.

Ditambahkannya, menyangkut pernyataan Eveline Sago yang di duga bernada ancaman yang viral di beberapa media online ‘Kalau Tidak Lari, Shafron Selesai Desember Ini’, Teguh W Hasahatan Nst juga mengatakan sekarang tidak zamannya lagi main gertak, itu pola-pola Orde Baru yang sudah lama di tinggalkan, dan perlu saya tegaskan ‘Kami anak-anak Madina tidak akan gentar terhadap ancaman maupun intimindasi,” ujar (Rel/winda)