16 Juli 2024

Yogyakarta (WartaDhana.Com): Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berkunjung ke Mess Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut  di Jalan Pogung Kidul, Sinduadi, Kecamatan Melati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (10/12). Pada kesempatan itu, Gubernur  menekankan untuk memberi harga semurah-murahnya bagi mahasiswa Sumut.

“Walau gedung mess ini baru dan cantik, jangan beri harga yang mencekik mahasiswa Sumut, yang ada di sini. Ini dibuat memang untuk memfasilitasi mahasiswa kita yang berkuliah di Yogyakarta.  Berikan harga semurah-murahnya, kita tidak ambil untung di sini,” ujar Gubernur.

Namun, katanya, para mahasiswa tersebut harus tetap mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat, jangan sampai berbuat suka-suka hati, tanpa mengikuti aturan yang telah dibuat Pemprov. Seperti, mahasiswa tidak boleh pulang-pulang terlalu malam. Apalagi yang tidak mengenal Yogyakarta.

Untuk Itu, Gubernur memerintahkan pengurus mess, untuk memberlakukan jam malam. Mahasiswa   harus benar-benar disiplin mengikuti aturan yang dibuat. Edy Rahmayadi pun bercerita, ada bapak mahasiswa dari Siantar, mengadu kepada beliau anaknya meninggal di Yogyakarta.

“Mengadu bapaknya, katanya anaknya berprestasi, meninggal karena berantam di Malioboro tengah malam, kami cek sama Kapolda, ternyata anaknya memang berprestasi. Untuk itu kita buat aturan mahasiswa baru tidak boleh keluar malam, nanti kalau di sudah tau situasi Jogja, ya boleh-boleh saja,” ucapnya.

Kemudian, Edy Rahmayadi meminta kepada pihak pengelolah mess untuk memberikan, harga yang berbeda kepada tiap mahasiswa. Jika keluarga mahasiswa itu dari keluarga kurang mampu, diberikan harga semampunya saja.

Edy Rahmayadi mencontohkan, jika anak tukang becak berbeda dengan harga anak Gubernur.”Masak sama harganya, anak Gubernur dengan anak tukang becak bayarnya. Ya bedalah, kalau anak Gubernur bayarnya lebih mahal, anak tukang becak yang murah la. Subsidi silanglah,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Umum Zulkifli mengatakan sangat setuju dengan subsidi silang yang direncakan Gubernur Edy Rahmayadi. “Saya sangat setuju dengan kata-kata Gubernur tadi, jadi keluarga kurang mampu tidak terbebani lagi. Saya juga berharap gedung yang baru mampu membantu para mahasiswa Sumut yang kuliah di sini, kamarnya kan bagus, jadi para mahasiswa bisa dengan nyaman tidur atau belajar di dalam kamar,” kata Zulkifli.

Kemudian Zulkifli menjelaskan, gedung mess yang baru, pada bulan Januari 2023 sudah bisa ditempati mahasiswi, sebanyak 43 orang. Kedepan akan dibangun buat mahasiswa. Syarat jika mau tinggal di mess hanya satu, yaitu kartu tanda penduduk Sumut, mahasiswa Sumut hanya dapat tinggal di mess selama dua semester.

Dijelaskan juga, kawasan mess juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasaran olaraga. “Akan dibangun lapangan futsal dan bulu tangkis, tadikan arahan Bapak biar anak-anak di sini betah di mess, kita buat lapangan futsal dan bulutangkis,” katanya. (Winda)